Download Materi Kegiatan Penguatan Digital Leadership Bagi Pengelola BKR Tingkat Kab/Kota 19 Juni 2019
By PPKS Bahtera - Juni 19, 2019
A. BERTUMBUH DAN BERKEMBANG
Salah satu ciri kita disebut makhluk hidup
adalah karena kita selalu bertumbuh dan berkembang. Sedangkan yang menjadikan
kita diesbut manusia itu dikarenakan kita memiliki akal dan kemampuan berpikir
yang mendalam.
Ayah yang kita kenal selama ini sesungguhnya
adalah makhluk hidup yang selalu bertumbuh dan berkembang sesuai fitrah
(ketentuan dari tuhan yang menciptakan manusia). Demikian pula anak kita juga
akan bertumbuh dan berkembang sesuai waktu yang telah ditentukan.
Bertumbuh itu saya maknai dengan proses
mendapatkan atau mengumpulkan apa yang kita butuhkan, sedangkan berkembang itu
saya maknai dengan proses menikmati apa yang sudah kita dapatkan. Kedua proses
tersebut akan terus berjalan sampai seseorang menjadi ayah (orang tua) dan akan
berhenti setelah meninggal dunia.
Hikmah yang bisa diambil dalam proses tumbuh
kembang adalah semua makhluk ciptaan Tuhan selalu bertumbuh dan berkembang.
Selama proses tumbuh dan berkembang itu masih ada, maka manusia itupun masih
bisa berubah menjadi baik atau buruk.
Semua tergantung pola kebiasaan yang dibangun
setiap waktu, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun. Pola
ini akan menjadi landasan untuk berpikir dan bertindak sepanjang usia.
Proses bertumbuh dan berkembang ini ada
tahapan-tahapan yang berjalan sesuai dengan waktunya. Ada waktu-waktu tertentu
yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Oleh karena itu manusia memiliki fungsi dan
peran masing-masing sesuai dengan waktunya.
(Sumber: Buku Peran Ayah Dalam Pengasuhan .
BKKBN. 2018)
4 Manfaat KB Selain Mengatur Jumlah Anak dalam Keluarga
By PPKS Bahtera - Desember 30, 2018
Program Keluarga Berencana (KB) dilakukan tidak hanya untuk menunda
kehamilan atau membatasi jumlah anak di dalam sebuah keluarga. Lebih
dari itu, KB ternyata memiliki sejumlah manfaat lain yang begitu
menguntungkan. Apa saja manfaatnya?
Mencegah Gangguan Reproduksi
Melakukan KB bisa membuat para ibu tahu lebih dalam mengenai kesehatan tubuhnya. Dengan melakukan KB, ibu bisa mencegah risiko kehamilan terlalu muda atau tua. KB juga bisa mempersiapkan kehamilan yang pas untuknya. Karena apa, kehamilan yang terlalu dekat antara kehamilan satu dengan lainnya ternyata sangat meningkatkan risiko bayi lahir prematur.
Menurunkan Risiko Kanker
Menggunakan alat kontrasepsi bisa membantu wanita mencegah risiko terkena kanker indung telur dan ovarium. Selain itu, ini juga bisa membuat wanita rutin memeriksakan diri ke bidan atau dokter sehingga bisa dilakukan deteksi risiko kanker sejak lebih dini.
Menjaga Kesehatan Jiwa
Tidak sedikit wanita yang energi tubuhnya dan emosinya terkuras. Karena hal ini, tidak sedikit dari mereka yang rentan mengalami stres hingga depresi. Dengan melakukan KB dan kehamilan bisa diatur sebaik mungkin, ini bisa membuat ibu lebih mudah menyetabilkan emosi jiwanya.
Mencegah Risiko Radang Panggul
Masalah yang sering terjadi pada wanita selepas mengandung dan melahirkan adalah radang panggul. KB bisa mengatur kehamilan. Itu artinya, ini juga bisa mencegah risiko radang panggul karena kehamilan bisa ditunda atau dibatasi.
Mencegah Gangguan Reproduksi
Melakukan KB bisa membuat para ibu tahu lebih dalam mengenai kesehatan tubuhnya. Dengan melakukan KB, ibu bisa mencegah risiko kehamilan terlalu muda atau tua. KB juga bisa mempersiapkan kehamilan yang pas untuknya. Karena apa, kehamilan yang terlalu dekat antara kehamilan satu dengan lainnya ternyata sangat meningkatkan risiko bayi lahir prematur.
Menurunkan Risiko Kanker
Menggunakan alat kontrasepsi bisa membantu wanita mencegah risiko terkena kanker indung telur dan ovarium. Selain itu, ini juga bisa membuat wanita rutin memeriksakan diri ke bidan atau dokter sehingga bisa dilakukan deteksi risiko kanker sejak lebih dini.
Menjaga Kesehatan Jiwa
Tidak sedikit wanita yang energi tubuhnya dan emosinya terkuras. Karena hal ini, tidak sedikit dari mereka yang rentan mengalami stres hingga depresi. Dengan melakukan KB dan kehamilan bisa diatur sebaik mungkin, ini bisa membuat ibu lebih mudah menyetabilkan emosi jiwanya.
Mencegah Risiko Radang Panggul
Masalah yang sering terjadi pada wanita selepas mengandung dan melahirkan adalah radang panggul. KB bisa mengatur kehamilan. Itu artinya, ini juga bisa mencegah risiko radang panggul karena kehamilan bisa ditunda atau dibatasi.
Sumber : vemale.com
Usia pernikahan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Ini
menyangkut soal kesiapan mental dan juga masalah kesehatan. Karena
itulah pernikahan tidak seharusnya terjadi pada pasangan yang berusia
masih sangat belia. Terlalu berbahaya dan berisiko apabila mereka yang
masih berumur di bawah 18 tahun sudah membina bahtera rumah tangga.
Ini
seperti kasus yang beberapa waktu ini dibicarakan banyak orang. Kasus
sepasang siswa SMP, yang masing-masing berusia masih 15 tahun dan 14
tahun mengajukan persyaratan untuk melangsungkan pernikahan secara resmi
di Kantor Urusan Agama (KUA) di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pihak KUA
awalnya menolak karena usia keduanya masih sangat belia, namun keduanya
mendapat dispensasi dari Pengadilan Agama. Sehingga mau tak mau, KUA
harus menerima pengajuan mereka untuk menikah.
Tak cuma kasus itu
saja Ladies, Indonesia sendiri terbilang sebagai negara dengan angka
pernikahan dini yang tinggi. Sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia
berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah.
Ada
banyak sekali risiko pernikahan dini ini terutama untuk ibu dan anak.
Asteria Taruliasi Aritonang, Koordinator Gerakan Nasional Kesehatan Ibu
dan Anak (GNKIA), Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan bahwa risiko
yang akan timbul akibat dari pernikahan dini adalah rongga panggul
perempuan belum berkembang sempurna dan belum siap menjadi ibu.
Selain
itu juga risiko anemia dan tekanan darah tinggi saat hamil. Kerap pula
dijumpai kasus kelainan letak plasenta atau ari-ari dan lepasnya
plasenta sebelum waktunya yang mengakibatkan pendarahan yang dapat
mengancam nyawa ibu dan juga bayi. Risiko lainnya adalah anak dilahirkan
dengan berat badan rendah dan berisiko tubuh pendek atau stunting
(kuntet).
Bahaya lain dari pernikahan dini ini adalah tingginya
risiko KDRT dan ini sangat merugikan kaum perempuan. Badan Kependudukan
dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkap sebanyak 44 persen
yang menikah di usia dini mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
dengan tingkat frekuensi tinggi. Risiko yang paling besar yakni kematian
juga mengintai, ini karena anak perempuan berusia 10-14 tahun memiliki
kemungkinan meninggal lima kali lebih besar, selama kehamilan atau
melahirkan, dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun. Perempuan
yang yang menikah pada usia 15-19 tahun memiliki kemungkinan dua kali
lebih besar.
Tidak berhenti di situ, pola pengasuhan anak juga
akan terpengaruh karena ibu dan ayahnya masih terlalu muda. Pasangan
yang menikah terlalu dini juga rentan bercerai dengan berbagai alasan
penyebab.
Sumber : Vemale.com
Materi Promosi Program PJP dan Focus Group Disscussion PPKS
By PPKS Bahtera - Oktober 31, 2018
Gedung, baju pernikahan, mobil pengantin, katering, serasa ada 1000 item yang harus dipersiapkan jelang pernikahan. Satu dan lainnya bertumpuk kadang bahkan terlupakan. Dan sering kita melupakan hal yang satu ini, pemeriksaan kesehatan.
Nah, pada pemeriksaan kesehatan
pranikah, tidak hanya wanita yang dicek kesuburan dan alat reproduksinya. Pria
pun akan diminta melakukan hal serupa. Tujuannya, agar dapat terlihat seberapa
baik atau buruknya organ reproduksi yang dimiliki pria maupun wanita. Buat riwayat kesehatan yang lebih
detil tentang pPenyakit yang pernah dialami, dan obat-obatan apa saja yang
pernah dikonsumsi. Bila
nantinya ditemukan penyakit atau gangguan, maka pengobatannya pun bisa segera
dilakukan. Temui dokter
jika Anda pernah mengalami satu dari hal berikut:
Fungsi reproduksi atau siklus yang
abnormal
Siklus haid yang tidak teratur dan
atau kesulitan mempertahankan ereksi seringkali dianggap biasa, namun
sebenarnya kedua hal tersebut tak dapat diabaikan begitu saja. Masalah
kesuburan kerap menjadi pemicu dalam sebuah rumah tangga. Untuk itu, sebelum
berkembang menjadi masalah yang besar, ada baiknya masing-masing pasangan
mengecek kondisi reproduksi.
Riwayat penyakit kronis
Diabetes, Hipotiroidisme, Hipertensi,
Sel Sabit, Endometriosis bahkan tukak lambung bisa menyebabkan kemandulan.
Bukan melalui penyakitnya, tetapi dari obat yang pernah dikonsumsi bisa
menghambat konsepsi. Konsultasikan resep obat yang pernah Anda dapat dengan
dokter.
Pengobatan dan pembedahan penyakit
Perawatan penyakit dengan menggunakan
radiasi terutama pada pengobatan kanker dapat menyebabkan kemandulan pada kedua
jenis kelamin. Pria yang mengalami penyakit gondok selama masa pubertas mungkin
memiliki gangguan produksi sperma. Wanita yang pernah mengalami operasi panggul
atau perut rentan terhadap perlekatan panggul yang menghambat pembuahan.
Penyakit menular seksual
Gonorhoe dan Klamidia adalah salah
satu penyebab utama ketidaksuburan. Bahkan herpes pun menjadi penyebab
ketidakmampuan rahim untuk memulai kehamilan. Beberapa penyakit menular seksual
dapat disembuhkan dengan obat, oleh karena itu konsultasikan dengan dokter
Anda.
Paparan terhadap bahaya lingkungan
Radiasi, racun kimia, dan paparan
pestisida di tempat kerja dapat menghambat fungsi seksual pria dan mengurangi
kualitas spermanya. Wanita dapat terkena racun yang dapat mempengaruhi
peningkatan resiko keguguran.
Pemeriksaan pranikah ini juga untuk
meminimalkan segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di masa depan. Jadi,
jika Anda dan pasangan akan segera menikah, disarankan untuk melakukan cek
kesehatan pranikah.
Sumber : Vemale.com (dengan perubahan)
Sudah Pakai KB Spiral Tapi Masih Hamil, Bagaimana Bisa?
By PPKS Bahtera - Oktober 08, 2018
KB Spiral atau IUD merupakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan yang umumnya berbentuk T dan dipasang di dalam rahim. Para ahli mengungkapkan jika keampuhan KB ini mencapai 99,7 persen atau bisa dibilang nyaris tidak mungkin mengalami kegagalan atau kebobolan.
Tapi nyatanya, masih ada wanita yang sudah melakukan KB ini dan tetap bisa hamil. Lantas, bagaimana bisa wanita ini tetap hamil meski sudah memakai KB yang keberhasilannya nyaris 100 persen?
Penelitian yang dilakukan para ahli menemukan bahwa kemungkinan hamil setelah memakai KB Spiral atau IUD memang sangat kecil. Melansir dari laman parents.com, alasannya adalah KB ini bekerja melepaskan hormon progestin yang berfungsi untuk mengentalkan lendir di leher rahim dan menghentikan masuknya sperma yang hendak membuahi sel telur selama berhubungan intim.
Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), mengingat kinerja KB Spiral yang begitu baik, ini sangat kecil kemungkinan wanita pengguna KB ini akan hamil. Namun kemungkinan tersebut menjadi besar jika posisi IUD yang terpasang di dalam rahim bergeser. Dalam beberapa kasus, kemungkinan seperti ini hanya akan terjadi pada 5 persen wanita pengguna KB IUD/Spiral di tahun pertama pemakaian mereka.
Untuk mencegah kebobolan atau kehamilan yang tidak diinginkan selama menggunakan KB Spiral, yang sangat penting dilakukan adalah kontrol posisi IUD secara rutin ke bidan atau dokter terkait setidaknya satu bulan sekali.
Agar penundaan kehamilan dilakukan dengan sangat baik, ladies juga perlu meminta suami untuk memakai kondom selama berhubungan intim meski ladies juga sudah memakai alat kontrasepsi seperti halnya KB Spiral/IUD.
Sumber : vemale.com






















